Internasional

Terkena Bakteri Pemakan Daging Usai Perawatan Manikur, Seorang Ibu Hampir Kehilangan Jari Tangannya

Viral hari ini Seorang Ibu di Amerika hampir kehilangan jari tangannya karena terjangkit bakteri pemakan daging setelah menjalani perawatan manikur. Siapa sangka menjalani perawatan kuku atau yang sering disebut sebagai manikur malah justru membuat seseorang hampir kehilangan jarinya. Kejadian ini dirasakan oleh seorang ibu bernama Jayne Sharp, diKnoxville, Tennessee, Amerika Serikat.

Dilansir dari Mirror.co.uk pada Senin (23/9/2019) ia mengaku bahwa jari tangannya terkenasebuah bakteri bernama necrotizing fasciitis . Necrotizing Fasciitis adalah infeksi parah yang mempengaruhi kulit. Hal ini diduga ia dapatkan setelah setelah mengunjungi sebuah salon kuku perawatan maniku di Jazzy Nail Bar di dekat Knoxville.

Ibu yang ketakutan akan kehilangan tangannya ini terinfeksi bakteri pemakan daging setelah mengunjungi sebuah salon kuku. Jayne Sharp yang melakukan manikur di Jazzy Nail Bar dekat Knoxville, Tennessee, merasakan ibu jarinya berdenyut setelah melalui perawatan manikur. Segera setelah jari jarinya berdenyut, ia merasakan rasa sakit yang menyiksa dan ia lalu dilarikan ke instalasi gawat darurat.

Petugas medis khawatirjari dan tangan si ibu bakal terkarena infeksi dengan parah, karena bisa saja ia kehilangan seluruh lengannya. Ibu itu dilaporkan terjangkit necrotising fasciitis , infeksi parah yang menyerang kulit. "Dia bisa saja kehilangan jari atau lengannya jika dia tidak didiagnosis dengan benar," kata Dr. Udit Chaudhuri, yang merawat Jayne.

"Dia penderita diabetes sehingga membuatnya lebih rentan." "Pada dasarnya kulitmu pecah dan bakteri ini dimasukkan di bawah kulit ke dalam jaringan lunak dan kemudian ke dalam aliran darah." Jayne berkata: "[Dokter memberi tahu putriku] ibumu bisa kehilangan nyawanya dan ada kemungkinan dia akan kehilangan lengannya."

"Hidupku berubah total." "Aku bahkan tidak bisa membersihkan gigi sendiri." "Aku belum pernah mendengar hal seperti itu ketika mereka memberitahuku tentang bakteri pemakan daging."

Nenek itu telah menjalani beberapa operasi sejak ia didiagnosis dengan bakteri pemakan daging dan necrotising fasciitis . Tetapi First Coast News melaporkan bahwa manajer salon kuku itu telah melewati inspeksi kebersihan beberapa hari setelah kejadian Jayne. Seorang juru bicara Departemen Perdagangan dan Asuransi Tennessee, AS, mengatakan tidak ada masalah yang ditemukan di salon selama inspeksi tahunan dan tindak lanjut inspeksi setelah keluhan Jayne.

Fasciitis nekrotikans adalah bakteri langka yang menyerang kurang dari 20.000 orang di AS setiap tahun. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mungkin bisa lebih rentan terkena bakteri ini. Dilansir dari , Fasciitis nekrotikan adalah infeksi yang menyebar dengan cepat dan menyerang lapisan jaringan ikat subkutan (fascia), di mana dengan cepat menyebar ke jaringan lunak di sekitarnya.

Hal ini menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan yang menyebar. Beberapa jenis bakteri pemakan daging dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa. Dan hal ini dapat memengaruhi individu yang sehat serta orang orang yang memang sudah memiliki penyakit.

Tips tetap higienis saat pakai toilet umum agar terhindar dari penyebaran bakteri. Kebersihan toilet umum patut diragukan, karena banyak dikunjungi orang. Toilet umum digunakan oleh banyak orang akibatnya, sejumlah besar bakteri dan mikroba terakumulasi di sana.

Lalu bagaimana cara aman menggunakan toilet umum agar aman dari bakteri dan penyakit menular? Saat pergi ke kamar kecil, cobalah memilih ruangan yang terlihat paling bersih. Umumnya orang lebih suka yang lebih jauh dari pintu depan.

Jangan meletakkan apa pun di lantai toilet umum. Mikroba dan kotoran dari sepatu akan ditransfer ke barang barang kalian. Tidak perlu menutup kursi toilet dengan kertas toilet.

Pakailah pelindung kursi sendiri, mereka dapat mudah ditemukan di banyak toko. Ada banyak mikroba pada tombol flush, bungkus jari dengan kertas toilet dan tekan tombol flush. Cuci tangan dengan air panas karena efektif melawan mikroba.

Jika memungkinkan, gunakan sabun. Pegang di bawah air setidaknya selama 20 detik. Jangan mengeringkan tangan dengan udara panas. Ingatlah bahwa mikroba tumbuh subur di lingkungan yang lembab dan panas.

Gagang pintu juga merupakan tempat berkembang biak bagi mikroba. Selalu simpan pembersih tangan karena berguna setelah ke toilet, sebelum makan dan setelah perjalanan dengan transportasi umum. Sanitizer dapat dibeli tidak hanya di apotek tetapi juga di supermarket.

Baca Berita Lain

Pemilik Penampungan Hewan Diduga Menyalahgunakan Uang Hasil Donasi, Banyak Kucing Kelaparan dan Mati

Adinda Sherlina

Perkosa Sapi Betina, Pria 68 Tahun Ini Tersenyum saat Ditanya Alasan Lakukan Aksi Bejatnya

Adinda Sherlina

Mulai Mei 2020 Penumpang Shinkansen Jepang Dilarang Membawa Barang dengan Panjang 250 Cm

Adinda Sherlina

Wanita 73 Tahun di India Lahirkan Bayi Kembar, Kondisinya Sehat, Suaminya Sudah 82 Tahun

Adinda Sherlina

Cakar Pemiliknya Hingga Tewas, Burung Kasuari Kesayangan Ini Akhirnya Dilelang

Adinda Sherlina

Hari Ini dalam Sejarah: 2 September 1666, Kebakaran Besar Hanguskan London

Adinda Sherlina

Sopir Bus Gaji Rp 764 juta per Tahun, Inilah Kisah Warga Indonesia, Rita dan Charles di Australia

Adinda Sherlina

Siti Aisyah: Bahagia Sekali, Saya Tak Berpikir Hari Ini Akan Bebas

Adinda Sherlina

Jessica Alba Jalani Terapi Bersama Putri Sulungnya Demi Jadi Ibu yang Baik

Adinda Sherlina

Leave a Comment