Nasional

Saya Tetap Akan Kritis Jadi Jubir Rakyat Tak Jadi Jubir Khusus di Gerindra Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan akan tetap menjadi juru bicara rakyat untuk bersuara lantang dan mengkritisi kinerja pemerintah, meskipun tidak masuk daftar juru bicara Gerindra. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjuk lima kadernya sebagai juru bicara khusus. Tak ada nama Fadli Zon dalam daftar juru bicara yang ditunjuk Prabowo. Prabowo memilih Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, Habiburokhman, A Riza Patria.

Apalagi kata Fadli Zon, yang memberinya mandat memjadi anggota DPR adalah 230.524 pemilih di Dapil Jawa Barat V. "Karena itu saya menempatkan diri sebagai juru bicara rakyat. Jadi bukan hanya menjadi juru bicara partai. Tapi juru bicara rakyat," jelas Fadli Zon. Dia memahami, bila kini Gerindra memerlukan adanya juru bicara partai. Mengingat Gerindra, dari oposisi menjadi koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Maruf Amin.

Dalam posisi demikian, kata Fadli Zon, tentu Gerindra perlu menunjuk orang orang yang dekat dengan kekuasaan untuk menjadi juru bicara. "Mungkin, karena butuh orang orang yang dekat kekuasaan, kemudian untuk bicara tentang keberhasilan keberhasilan dari kekuasaan sekarang. Mereka menjadi juru bicara atau semacam memuji muji kekuasaan," jelas Fadli Zon. Fadli Zon menegaskan, tidak ada posisi juru bicara partai. Baru kali ini dibentuk juru bicara partai.

"Sejak dulu tidak ada yang ditunjuk spesifik jadi juru bicara partai. Kecyali aaya dulu pernah menjadi Ketua Badan Komunikasi," kata Fadli Zon. Arief Poyuono: Saya Ini Kuli, Keahliannya Cuma Bisa Manggul Karung Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai tepat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak menunjuk dirinya sebagai juru bicara khusus.

Arief Poyuono menyadari dirinya tidak punya pengalaman sebagai public relations (hubungan masyarakat/humas). Dia mengenali dirinya tidak sehebat lima juru bicara khusus Gerindra yang diangkat Prabowo. Lima orang tersebut yaitu, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, Habiburokhman, A Riza Patria.

"Mungkin pak Prabowo tahu, saya ini tidak punya kemampuan PR, juga tidak pintar bahasa Inggris dan Sekolahnya rendah tidak seperti para jubir yang orang orang cerdas dan pintar," ucap Arief Poyuono. "Kalau saya ini kan cuma kuli, tidak punya pengalaman. Saya hanya bisa ngomong kalau wartawan bertanya kepada saya. Karenanya kalau saya jadi jubir, bisa jadi kacau," ucapnya. Menurut dia, seorang juru bicara harus mengetahui segala macam masalah yang ada, baik ekonomi, keamanan, pertahanan, sosial, agama dan lainnya. "Sayangnya saya ini tidak punya kemampuan untuk itu. Karena waktu kerja, saya bukan seorang PR. Saya hanya kuli di perusahaan," jelasnya.

Karena itu dia menilai, lima kader Gerindra yang ditunjuk menjadi juru bicara Gerindra adalah sosok sosok yang tepat. Selain juga lima kader itu pulalah menurut Arief Poyuno, yang membuka jalan berkoalisinya Gerindra dan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Karena lima orang itu juga yang telah bekerja keras untuk memenangkan Gerindra. Mereka juga yang menggiring agar Gerindra dan Prabowo dapat bersatu dengan Joko Widodo. Sehingga mendapatkan menteri," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini dirinya berbicara mengenai fakta yang sesungguhnya, tanpa ada polesan bahasa PR di dalamnya. "Saya kalau berbicara itu melihat kebenaran itu berdasarkan fakta. Apa yang saya katakan selama ini kan dari fakta, bukan bohong bohongan. Kalau saya katakan faktanya tidak benar, ya tidak benar. Kalau faktanya benar ya saya bilang benar. Maklum, saya ini bekas kuli," jelasnya. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menunjuk lima kadernya sebagai juru bicara khusus.

Lima orang tersebut yaitu, Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, Habiburokhman, A Riza Patria. "Untuk memudahkan rekan rekan media mendapatkan informasi dan sikap resmi partai Gerindra maka Pak Prabowo telah menunjuk jubirsus yaitu Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, Habiburokhman, A Riza Patria," ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Jumat (6/12/2019). Dasco menjelaskan, penunjukan jubir ini akan dievaluasi secara berkala oleh Prabowo dan bisa berkurang, bertambah atau berubah jika diperlukan.

"Sebagai salah satu partai pendukung pemerintah kami ingin kader kader partai Gerindra tetap fokus bekerja di bidang masing masing untuk memastikan suksesnya program program kerakyatan," jelasnya. Dalam daftar tersebut, tidak ada nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Arief Poyuono. Anggota DPR fraksi Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan nama nama juru bicara partai yang ditunjuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto masih bisa berubah.

Habiburokhman dipilih bersama empat pimpinan Gerindra lainnya yakni Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono dan Ahmad Riza Patria. Namun dari empat nama tersebut, Waketum Gerindra Fadli Zon tak terpilih untuk menjadi jubir Gerindra. Ia menilai tak ada masalah jika nantinya nama Gerindra Fadli Zon ditunjuk sebagai juru bicara.

"Dan ini (jubir) masih bisa ditambah, masih bisa dikurangi, masih bisa berubah, anytime kalau Pak Prabowo mau. Jadi nggak apa apa, mungkin kemarin gimana, ada apa, kalau besok Pak Fadli Zon ditunjuk (sebagai jubir) juga enggak ada masalah," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12/2019). Diketahui, pada pemerintahan Jokowi periode lalu, Fadli Zon dikenal sering melontarkan kritik kepada pemerintah. Namun ia mengelak alasan itu yang membuat Fadli tak terpilih sebagai jubir Gerindra.

"Bukan. Anda lihat di Komisi teman teman, jangankan Partai Gerindra, Arteria Dahlan jelas jelas PDIP aja kadang keras terhadap mitra, itukan mengkritisi. Siapa lagi teman teman di Komisi, Partai Nasdem jugs bisa keras di Komisi, kemarin PKB mbak siapa itu kritisi BPJS," katanya. "Tapi apa namanya kalau Gerindra sikap resmi akan disampaikan reguler begini sikap kita diisu ini. Kalau teman teman mau konfirmasi ke lima orang biar gampang aja," imbuhnya. Menurutnya, penunjukkan jubir adalah mekanisme yang biasa di Partai Gerindra.

Para jubir yang ditunjuk Prabowo itu bertugas menyampaikan sikap resmi partai. "Di setiap parpol, tentu ada mekanisme komunikasi resmi. Kita menginginkan apa, sikap sikap politik Gerindra bisa benar benar diserap oleh publik dan publik bisa per event, per kejadian, tahu sikap resmi Partai Gerindra seperti apa," ucapnya.

Baca Berita Lain

Jangan sampai Dilihat sebagai Kesempatan Liburan Jokowi Peringatkan Warga ‘Nakal’ di Tengah Corona

Adinda Sherlina

Salah Satunya Diduga Plagiat Dua Calon Hakim Tidak Lolos Seleksi di DPR

Adinda Sherlina

Aksi Massa di Gedung KPK Seragam, Tuntut Perbaikan KPK

Adinda Sherlina

Mendes Minta Masyarakat Ikut Awasi Penyaluran BLT Dana Desa Agar Tidak Terjadi Penyelewengan

Adinda Sherlina

KPK Klaim Proses Rekrutmen Jabatan Sudah Transparan Tepis Pernyataan Dua Eks Komisioner

Adinda Sherlina

Kejati DKI Jakarta Teliti Berkas Perkara Tersangka Pembobolan ATM Ramyadjie Priambodo

Adinda Sherlina

Pemilu Serentak 2019 Telan Banyak Korban Jiwa, KPU Usul 3 Opsi Ini pada Pemilu Berikutnya

Adinda Sherlina

Tim Kuasa Hukum PDIP Konsultasi Pemberitaan yang Dinilai Menyudutkan Sambangi Bareskrim Polri

Adinda Sherlina

Wamendes Ungkap 3 Persoalan penting dalam Penyaluran BLT Dana Desa

Adinda Sherlina

Leave a Comment