Nasional

Sandiaga Uno Komentari Aksi Pegawai Honorer yang Disuruh Berendam dalam Selokan di Jelambar

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, menanggapi soal puluhan pegawai honorer K2 yang diduga disuruh berendam di got. Menurut Sandiaga ada cara yang lebih efektif untuk menanamkan kedisiplinan untuk para pegawai. "Kalau saya melihat tanpa ada alasannya kenapa mereka disuruh nyebur ke kali, ada cara yang lebih efektif untuk mengajak mereka berdisiplin," kata Sandiaga di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Sandiaga Uno menyebut peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi agar ke depannya ada batasan untuk meningkatkan mental pegawai. Menurutnya, pimpinan harus bisa menanamkan budaya kerja cerdas kepada bawahannya. "Ke depan kita harus lebih berhati hati ada tentunya keinginan untuk meningkatkan mental dan fisik dari PNS kita tapi juga ada batasan batasan," ucap Sandiaga.

"Jadi ini bisa menjadi masukan ke kita jangan dijadikan ajang salah menyalahkan tapi ajang evaluasi. Bagaimana kita bisa menanamkan budaya kerja keras kerja cerdas di kalangan PNS ini dengan metode metode yang kekinian," tambah Sandiaga. Dirinya menyebut cara kekinian tersebut bisa dilakukan dengan pelatihan model baru dengan menggunakan teknologi. Selain itu, bisa juga dengan berolahraga.

"Kalau kita mau ngetes fisik ajak saja lari atau push up atau cross fit itu. Mereka juga akan bisa lebih mendapatkan efeknya ya fisik," kata Sandiaga. Sebelumnya, beredar sebuah video dari Instagram @kabarjakarta1 yang menyebut ada kegiatan pegawai honorer K2 di lingkungan DKI Jakarta yang masuk ke got di Kelurahan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Warga sekitar, Dede (32), mengaku melihat sendiri peristiwa masuknya belasan pegawai honorer Kelurahan Jelambar ke dalam selokan tersebut.

"Kira kira tiga hari lalu mungkin, saya lupa kapan persisnya," kata Dede ditemui Wartakotalive.com di lokasi, Minggu (15/12/2019). Dede menjelaskan, saat itu memang ada beberapa petugas PPSU yang menyelenggarakan pelatihan. Di awal pelatihan tersebut terlihat biasa.

Para petugas PPSU diminta untuk membersihkan pinggiran jalan sekitar lokasi dan membersihkan taman di sepanjang jalan. Di akhir pelatihan, para petugas PPSU itu menceburkan diri ke selokan beramai ramai. "Tapi waktu itu saya lihatnya biasa saja, enggak ada yang aneh, enggak ada warga yang memperhatikan juga," kata Dede.

Menurut Dede, pelatihan para petugas PPSU memang sudah berkali kali dilihatnya di kawasan tersebut. Namun baru kali ini mereka melihat para petugas menceburkan diri ke dalam selokan. Dede mengaku kejadian itu terlihat amat biasa.

Ia juga tidak melihat Lurah Jelambar Agung Triatmojo turun ke lokasi. "Enggak ada Lurah, saya hanya lihat beberapa pegawai pakaian dinas, tapi tidak ada Lurah," jelas Dede. Ia juga tidak menyangka kejadian tersebut menjadi viral.

Alasannya warga setempat juga tidak terlalu memperhatikan pelatihan tersebut. Seleksi perpanjangan kontrak pegawai honorer K 2 dan non K 2 di Jelambar, Grogol Petamburan, viral di media sosial. Dalam video terlihat para pegawai menceburkan diri ke dalam saluran air hitam.

Mereka tampak saling memijat punggung kawannya satu sama lain. Beberapa orang berpakaian dinas terlihat memantau dari atas saluran air sambil memberikan intruksi. Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, saat video itu viral, ia sudah menghubungi langsung Lurah Jelambar Agung Triatmojo.

Ia juga sudah mengintruksikan Camat Grogol Petamburan Didit Sumaryanta untuk mencari tahu kejadian sebenarnya dari aksi pegawai honorer yang berendam di saluran air. "Lurah mengaku katanya tidak ada di tempat, lalu dia bilang itu bukan bagian dari tes, tapi selesai tes mereka senang senang di situ," jelas Rustam saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (15/12/2019). Meski demikian, Rustam tetap menyayangkan para pegawai honorer K2 dan non K2 yang harus menceburkan diri ke dalam saluran air.

"Tapi tetap keterlaluan lah kalau gitu, itu saja persoalannya, bukan proseduralnya tapi kelakuan yang keterlaluan itu, jangan ke got harusnya kalau mau bersenang senang," kata Rustam. Rustam mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI terrkait kejadian yang akhirnya viral itu. Hal itu agar pernyataan lurah dibuktikan dengan fakta sebenarnya di lapangan.

"Jadi saya belum bisa berani banyak ngomong, karena hasil pemeriksaan dari tim inspektorat saya belum dapat," jelas Rustam. Rustam berjanji akan menjalankan apapun hasil dari rekomendasi tim inspektorat terkait kasus tersebut. "Kemungkinan paling tidak dicopot sementara dulu, tapi nanti kita lihat siapa yang dicopot ini, yang lakukan siapa, jadi secara bertingkat sesuai kesalahannya nanti ada sanksi," jelas Rustam.

Baca Berita Lain

Densus 88 Antiteror Tangkap Satu Terduga Teroris di Poso yang Siap Berikan Bantuan menuju MIT

Adinda Sherlina

Sebelum Meninggal Aurel Sempat Cerita pada Sang Adik: Dipukuli Senior di Paskibra, Tubuhnya Lebam

Adinda Sherlina

Komisioner Ombudsman Ungkap Fasilitas Mewah di Sel Setnov Kembali Sidak Lapas Sukamiskin Apa Saja

Adinda Sherlina

Dinamika Politik di Solo Berubah jadi Isu Nasional Saat Gibran Maju Mendaftar Cawalkot Solo 2020

Adinda Sherlina

Masih Berkabung, SBY Belum Mau Bicara Politik

Adinda Sherlina

Rajut Kebersamaan, Majelis Pesona Bakal Menggelar Sholawatan

Adinda Sherlina

IKB UI: TPGF Petugas KPPS Harus Segera Dibentuk Untuk Hindari Spekulasi Masyarakat

Adinda Sherlina

Jalani Pemeriksaan KPK 7 Jam, Mantan Dirut Garuda Indonesia Belum Juga Ditahan

Adinda Sherlina

Pengaturan Sampah oleh Pemerintah Dinilai Sangat Mendesak

Adinda Sherlina

Leave a Comment