Bisnis

Rupiah Tergerus Imbas Perang Dagang AS China

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level terburuk pada sesi perdagangan Selasa (14/5/2019). Data Bloomberg, kurs rupiah melemah 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 14.455 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan kemarin di Rp 14.423 per dolar AS. Mata uang Garuda sejauh ini bergerak dalam rentang Rp 14.425 Rp 14.455 per USD.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah melemah 82 poin menjadi Rp 14.444 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.362 per dolar AS. Anthony Kettle dari BlueBay Asset Management menilai logis bila kesepakatan apapun untuk menyelesaikan konflik ini akhirnya akan tertunda, dan pertumbuhan dunia pada kuartal kedua tahun 2019 akan terimbas karenanya. “(Akhir nihil negosiasi dagang AS China) ini mewakili perubahan signifikan dibandingkan ekspektasi pasar yang mengharapkan kesepakatan ditandatangani pekan ini,” ujar Kettle.

“Ketidakpastian dalam hal perdagangan bukanlah ‘teman’ (bagi pelaku) pasar, dan ini membuat kita mengambil posisi makin hati hati dalam waktu dekat, meskipun data data ekonomi lebih baik dalam beberapa waktu belakangan,” sebutnya.

Baca Berita Lain

Jatuh di Era Erick Thohir Kronologi Lengkap Karier Cemerlang Ari Askhara di BUMN Era Rini Soemarno

Adinda Sherlina

Mulai Hadir di Jabodetabek Moojol Bakal Jadi Saingan Gojek & Grab

Adinda Sherlina

Donald Trump Sindir The Fed, Trump: Penguatan Dollar Hancurkan Daya Saing Amerika

Adinda Sherlina

Masa Depan Keluarga Terlindungi Bersama Asuransi Primajaga

Adinda Sherlina

TomaTomi Tarik Perhatian di Ajang Food Startup Indonesia

Adinda Sherlina

Aplikasi di Ponsel Jadi Andalan Konsumen Reservasi Tiket Online

Adinda Sherlina

BNI Life Mendapatkan Penghargaan Insurance Market Leader 2019

Adinda Sherlina

Konsumsi Ayam Per Kapita Indonesia Lebih Rendah dari Malaysia

Adinda Sherlina

Beijing Membalas Tindakan AS dengan Setop Impor Produk Pertanian Ricuh di Hong Kong

Adinda Sherlina

Leave a Comment