Nasional

Politisi PKB Sarankan FPI Jadi Partai Politik : Aku Kasihan Aja, Udah Cape Cape Gak Dapet Apa Apa

Politikus PKB Maman Imanulhaq menyarankan agar FPI berubah menjadi partai politik Maman Imanulhaq menilai saat ini FPI lebih politis Saking politisnya, menurut Maman Imanulhaq kini tak ada lagi dakwah di FPI

Diketahui bersama FPI memang menyatakan dukungannya pada sejumlah Pemilihan kepala daerah Pada Pilkada DKI Jakarta, FPI menyatakan dukungannya pada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Semnetara saat Pilpres 2019, FPI menyatakan dukungan pada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

"justru berubah jadi lebih politis, dakwahnya malah hilang, sangat terlibat di beberapa aspek politik," kata Maman Imanulhaq dikutip dari Mata Najwa Rabu (31/7/2019) Maman Imanulhaq menyarankan agar FPI kembali pada organisasi yang ramah dengan dakwah yang menyejukan Kembalilah FPI menajdi sebuah Front Pembela Islam yang ramah, dakwah yang menyejukan, merangkul semua kalangan, bukan malah terlibat dalam hal yang politis, " kata Maman Imanulhaq

Menurut Maman Imanulhaq bersifat dinamias, contohnya Prabowo Subianto yang didukung FPI di Pilpres 2019 menjalankan pertemuan dengan rivalnya, Jokowi di MRT beberapa waktu lalu "politik bersifat dinamis, seseorang yang dibela habis habisan oleh FPI itu tiba tiba berubah bisa makan di MRT dan sebagainya , itu kan lucu banget," kata Maman Imanulhaq Bila memang FPI ingin terjun ke dunia politik, Maman Imanulhaq FPI harus menempatkan politik di posisi yang lebih tinggi, seperti NU

"makanya politik menurut saya harus ditempatkan oleh FPI seperti NU melakukan itu, politik yang lebih tinggi, politik kemanusiaan, kemaslahatan, politisnya politik fragmatis, kecil banget," kata Maman Imanulhaq Kepala Bidang Penegakan Khilafah FPI, Awit Masyhuri menilai bahwa wajar saja bila FPI terjun ke dunia politik Namun Awit Masyhuri menegaskan bahwa politik yang dijalankan FPI bukan sekadar politik nasi goreng

"Front Pembela Islam ini kan salah satu komponen bangsa, di indonesia ini kan ada sosial ada politik, kalau FPI ikut berpolitik wajar saja, Saya tegaskan FPI ini politiknya bukan politik nasi goreng, bukan politik nasi uduk, kami ini politik mengajukan konsep, Jadi kalau kemarin yang kami dukung mau makan nasi goreng, nasi uduk, kebuli gak ada aurusan, kami FPI akan terus berjuang akan mengawal bangsa ini agar tetap baik," kata Awit Masyhuri

Awit Masyhuri menyebut FPI terjun ke politik karena kondisi "sebetulnya karena lagi seksi aja kemarin, masalah Pilpres dan pilihan cuma dua, lah kalau FPI sama NU bareng bareng gak seru lah," kata Awit Masyhuri Menurut Awit Masyhuri, FPI dan NU sebetulnya tidak ada perbedaan

"karena gini, ibarat orang dagang, NU sama FPI sama sama dagang sarung, nashabnya sama, jadi gak ada masalah kalau NU di sana, FPI disini, gak ada masalah," kata Awit Masyhuri Maman Imanulhaq kembali berkukuh bahwa FPI mestinya melalui jalur konstitusi untuk menempuh demokrasi di Indonesia "kalau itu berupa konsep kenapa tidak lalu menjadi partai politik karena kita ada jalur konstitusi, demokrasi harus dilalui tidak sekadar dijalankan," kata Maman Imanulhaq

Maman Imanulhaq berpendapat, sebetulnya dalam politik ujungnya untuk mendapatkan sesuatu Namun sampai saat ini FPI sendiri menurut Maman Imanulhaq tidak mendapatkan apapun setelah mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sanidaga Uno "kalau politis, ingat aja politisi ujungnya mendapat sesuatu, saya kasihan aja ke FPI udah panas panasan udah dukung ternyata apa yang bisa diberikan untuk membesarkan dakwah islam ?

Menurut saya FPI jadilah partai politik ikut di pemilu lolos apa gak," kata Maman Imanulhaq Maman Imanulhaq mengatakan FPI untuk menolak dijadikan sebagai komoditas oleh pihak tertentu "jangan mau dijadikan komoditas, oleh orang yang sebenarnya tidak ngerti FPI berjuang lillahitaalla, jadi jangan sampai tiba tiba hilang oleh orang fragmatis. kita udah cape cape di jalan teriak eh ternyata yang kita dukung udah makan makan sama musuh yang kita caci maki," kata Maman Imanulhaq

"saya senang misalnya bayangan saya nanti bagaimana nanti kalau FPI menjadi dakwah yang rohmatan lillalamin, sehingga tidak ada lagi strategi politik identitas sara dan sebagaianya, tetapi akan merangkul ini lho wajah islam yang ramah. aku kasihan aja, udah cape cape gak dapat apa apa," tambah Maman Imanulhaq Awit Masyhuri menegaskan FPI sama sekali tidak mengincar jabatan apapun di Pemerintahan Awit Masyhuri mengatakan FPI dalam politik hanya untuk sekadar mengajukan konsep

"Kami tidak mencari jabatan, yang kami ajukan adalah konsep, saya gak perlu dikasihani, FPI gak perlu dikasihanin ini prinsip perjuangan kami, bahwa kami sudah mengajukan sesuatu kalau memang ditinggalkan nanti ikhtiar di berikutnya," kata Awit Masyhuri Menurut Awit Masyhuri amanat dari pendiri bahwa FPI tidak boleh menjadi partai Bila memang mau melahirkan partai, menurut Awit Masyhuri ada kesempatan pada waktu Munas tahun 2013 silam

Itu boleh melalui pengkajian yang mendalam," kata Awit Masyhuri Awit Masyhuri menyinggung soal sejumlah insiden penolakan oleh Banser terhadap FPI di sejumlah wilayah Awit Masyhuri mencontohkan ketika ada penolakan di Brebes oleh Banser

"mudah mudahan oknum, oknum Banser menolak ini kan kelihatannya mau adu domba. Kami minta kalau FPI sedang membentuk dimana dimana jangan sampai diganggu. gimana mau bentuk partai, ormas aja kita mau dirikan kadang ada penjegalan, dianggap anarkis, radikalis anti pancasila," kata Awit Masyhuri Awit Masyhuri mengucap terima kasihnya atas saran dari Maman Imanulhaq agar FPI menjadi partai politik

"konstitusi demokrasi akan menyaring apakah kita diterima rakyat atau tidak, apakah klaim punya ribuan bahkan jutaan umat jadi suara atau tidak hanya lewat proses demokrasi, dan itu saya dukung supaya jadi partai, duitnya banyak lho, anda bisa jadi gubernur, bisa jadi presiden," kata Maman Imanulhaq Awit Masyhuri membuka kemungkinan FPI menjadi partai politik dalam Munas di tahun 2020 mendatang "di Munas tahun 2020 besok insallah akan bahas ada kemungkinan," kata Awit Masyhuri

"supaya tidak ada klaim bahwa kami punya massa 20 juta 30 juta ternyata pas pemilu tidak lolos parlementer dan sebagainya," ujar Maman Imanulhaq "Di munas nanti akan kita bahas," kata Awit Masyhuri soal usul politisi PKB agar FPI jadi partai politik

Baca Berita Lain

Agus Rahardjo Sebut KPK Belum Ikut Terlibat Kasus Penyelundupan Harley di Garuda

Adinda Sherlina

Ada Peran Gus Dur Dibalik Kemeriahan Tahun Baru Imlek di Indonesia

Adinda Sherlina

Saor Siagian Ungkap 3 Kriteria yang Perlu Dimiliki Dewan Pengawas KPK

Adinda Sherlina

Tuan seperti Raja Resmi Diceraikan Ustadz Abdul Somad Mellya Juniarti Posting Curhatan Terbaru

Adinda Sherlina

Peringatan Dini Gelombang Tinggi Perairan Indonesia hingga Akhir Maret 2019 Akibat Pola Sirkulasi

Adinda Sherlina

2 Pertimbangan BUMN yang Memilih Rudiantara jadi Bos PLN

Adinda Sherlina

Senior PPP Yakin Hakim Berikan Putusan Bebas buat Rommy

Adinda Sherlina

Kemenkes Diimbau Koordinasi dengan WHO Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Adinda Sherlina

Dulu Diarak Ribuan Orang Kini Dikelilingi oleh Pengamanan Aktivis HAM Soroti Pelantikan Jokowi

Adinda Sherlina

Leave a Comment