Metropolitan

Lokalisasi Prostitusi Anak di Bawah Umur di Rawa Bebek Penjaringan Menyusuri Gang Royal

Kawasan Gang Royal, Jalan Rawa Bebek Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, mendadakhebohsetelah polisi mengungkap lokalisasi prostitusi anak di bawah umur dengan omzet miliaran rupiah. Di dalam gang sempit di jalan itu, orang orang bercengkrama seperti biasa. Kebanyakan adalah ibu ibu berdaster. Beberapa di antaranya sibukmemasak untuk santapan siang.

Sepanjang gang, pandangan mata mereka terus mengejar langkah kaki saya dan beberapa teman wartawan. Kami menelusuri gang tersebut untuk mencari keberadaan lokalisasi yang terkenal dengan nama Royal. Terutama kafe bernama Khayangan. Kafe Khayangan belakangan ini banyak dicari setelah polisi mengungkap praktikanakdibawahumur.

Beredar kabar ada anak dilibatkan sebagaipekerja seks komersial atauPSK. Sampai di ujung gang sebelah pos RW, ada pertigaan yang mengarah ke dua gang lainnya. Gang ke kanan mengarah ke permukiman warga, sementara gang ke kiri mengarah ke lokalisasi Royal.

Ujung gang itu dilengkapi sebuah tangga mengarah ke rel kereta jurusan Angke Kampung Bandan. "Itu di sana, lurus aja,"ujar seorang warga menunjukkan lokalisasi yang dicari cari. Saya pun melangkahkan kaki menuju gang sebelah kiri di pertigaan itu.

Suasana gang tampak sangat gelap.Sinar matahari seakan tak mampu menerobos ke dalam gang selebar sekitar 1,5 meter tersebut. Baru 50 meter berjalan di gang tersebut, suasana lokalisasi mulai terasa. Di kiri kanan gang, terdapat puluhan kafe dengan cat warna warni.

Kebanyakan kafe berlantai dua, di mana lantai duanya setara dengan rel kereta di atasnya. Di pintu pintu kafe, terdapat nama dan sponsor masing masing. Beberapa nama yang saya lihat di lantai dasar kafe misalnya Cafe Khayangan dan Salon Gaul.

Sementara di lantai atas atau di pintu pintu samping rel kereta, tertempel nama kafeseperti Intan dan Warung Remang remang. Lantaran masih siang, kafe kafe tersebut belum memperlihatkan kehidupan gemerlapnya. Namun, saya melihat ada sejumlah warga yang duduk dan bersantai di depan kafe kafe tersebut.

Kebanyakan adalah wanita setengah baya yang lagi lagi tampak agak terganggu dengan kehadiran wartawan. Di tengah perjalanan menuju ke ujung gang Royal, seorang wanita menggoda. "Sayang, sini dong,"ajak wanita berambut pendek dan berdaster.

Menurut taksiran saya, usianya sekitar 50 tahun an itu. Tak cukup menggoda, wanita tadi juga mencolek perut saya. Sampai ke ujung gang, saya kembali digoda wanita lainnyasambil melambaikan tangan>

"Ih, kumisnya bagus, sini sini," celetuk si wanita tadi. Di ujung gang Royal, tampaklah kafe Khayangan tapi terpasang segel bergaris kuning milik Satpol PP Provinsi DKI Jakarta. Wakil Ketua RT 02/RW 013Penjaringan, Agung Tomasia, membenarkan gang itu lokalisasi yang sudah ada sejak puluhan tahun.

MenurutAgung, ada 25 kafer di gang Royal. "Ada 25 tempat. Ada yang cuma sediakan kamar, ada juga yang hanya sediakan bar.Tapi ada juga dua duanya," kata Agung. Pemilik kafe Khayangan,MamiAtun, sudah ditangkap polisi.

"Kalau nama aslinya inisial R, tapi biasa dipanggilMamiAtun," jelas Agung. Agung kaget ketika polisi menggerebek kafeMamiAtunkarena adaanakdibawahumurdipekerjakan sebagaiPSK. "Jujur saya kaget banget. Nggak tahu kalau di situ ada (anak di bawah umur)," ucap dia.

Polisi yang menggerebek kafe tersebut dariPoldaMetroJaya. Setidaknya ada enamtersangkasindikat perdagangan manusia yang diciduk dari sana. Keenamnya diketahui memaksa dan mempekerjakan 10 anak perempuan sebagaiPSKdi kafe Khayangan.

Enamtersangkaitu adalah R aliasMamiAtun, A alias Mami Tuti, D alias Febi, TW, A dan E. Mami Atun selaku pemilik cafe bersama dengan Mami Tuti berperan sebagai muncikari. Merekadijerat Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

Baca Berita Lain

DPN Peradi Gelar Rapat dan Diskusi Menghasilkan Produk Nyata yang Kuat Untuk Komisi Pengawas

Adinda Sherlina

Karakter Star Wars Hibur Pasien Anak di Siloam Hospitals TB Simatupang

Adinda Sherlina

Singgung Jas Pengantinnya Minta Dicarikan Anak Asuh Pengakuan Mantan Karyawan Soal Sisi Lain Ahok

Adinda Sherlina

Bank DKI Gelontorkan Dana Rp 400 Miliar Bantu Kebutuhan Pangan Warga Ibu Kota melalui 2 BUMD

Adinda Sherlina

Mendagri Tito Sebut Jakarta seperti Kampung Begini Respons Mantan Gubernur DKI Sutiyoso POPULER

Adinda Sherlina

Jakarta Selatan dan Timur Diprediksi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang

Adinda Sherlina

Pria Ini Ditangkap Polisi Terekam CCTV saat Remas Payudara Perempuan di Depok

Adinda Sherlina

JPO GBK yang Paling Parah Tiga JPO Rusak Gara-gara Oknum Pengguna GrabWheels

Adinda Sherlina

Gubernur Anies Pastikan Wilayah Terdampak Banjir Tinggal 3 Persen

Adinda Sherlina

Leave a Comment