Nasional

Karyawan Bank BUMN yang Gasak Uang Nasabah Miliaran Rupiah Sepak Terjang Vina

Akhirnya, polisi mengakhiri pelarian RS alias Vina (27), seorang karyawati bank BUMN gasak uang nasabah miliaran rupiah. Diketahui, sempat Vina karyawati bank BUMN buron setelah Vina menggasak uang nasabah miliaran rupiah. Vina, pelaku pembobolan uang nasabah salah satu bank milik BUMN di Aceh Barat Daya (Abdya) kini ditangkap polisi.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Erjan Dasmi STP. Namun ia mengaku pihaknya belum mengatahui angka pasti uang nasabah yang dibawa kabur Vina. Ia meyakini, nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Sejauh ini, kita belum mendapatkan nilai total, tapi memang miliaran rupiah," sebut Kasat Reskrim. Erjan mengatakan, sejauh ini Vina masih irit bicara terkait penggunaan uang miliaran rupiah tersebut. Ia hanya mengaku memutar uang milik nasabah, namun karena terlalu besar hadiah yang ditawarkan, Vina akhirnya menjadi pusing sendiri.

“Dia mengaku, dia putarkan uang nasabah ini. Karena terlalu besar kasih hadiah, jadi pusing sendiri dia, enggak sanggup nutup. Itu masih informasi awal," imbuh Kasat Reskrim. Informasi yang diperoleh Serambinews.com, uang yang dibawa kabur Vina mencapai Rp 6 miliar lebih. Uang tersebut merupakan uang nasabah yang dititipkan ke Vina untuk ditabung atau didepositokan di bank tempatnya bekerja.

Uang sebanyak itu tentu bukan jumlah yang sedikit. Lantas siapa saja sebenarnya nasabah perempuan tinggi semampai kelahiran 14 September 1993 ini? Kabarnya, target nasabah yang diincar Vina adalah bapak bapak pejabat (kepala dinas dan anggota dewan), pengusaha, hingga kontraktor.

Seorang pengusaha kepada Serambinews.com mengaku ada sekitar Rp 2 miliar uang miliknya dibawa kabur oleh Vina. Pengusaha lainnya Yacob, bahkan hampir jadi korban. Ia mengaku dijanjikan hadiah berupa 1 unit N Max jika mau mendepositokan uangnya sebesar Rp 1 miliar.

“Iya, saya hampir tertipu dengan RS ini. Dia janji memberikan sepeda motor N Max kalau saya mau depositokan uang Rp 1 miliar selama 1 tahun," ujar Yakob, salah seorang nasabah. Tidak hanya hadiah N Max, ia juga dijanjikan akan mendapatkan bunga deposito sebesar 7 persen. "Saya mulai curiga, kalau pun ada uang, mana mungkin ada pegawai bank gajinya terbatas, mau memberikan sepeda motor cuma cuma, kalau tidak bertujuan merayu kita,” ujar Yakob.

“Maka tawaran itu saya tolak, sehingga saya beri alasan uang sawit belum cair," kata abdi negara yang juga pengusaha sawit ini. Nasabah lainnya yang menjadi korban Vina adalah Masri Samad (57), abdi negara yang juga pengusaha kebun sawit. Masri bahkan telah secara resmi melaporkan Vina ke polisi melalui kuasa hukumnya Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan (YARA) Abdya.

"Iya benar, kita bersama klien kita Pak Masri Samad sudah melaporkan RS oknum karyawati bank itu ke pihak kepolisian," ujar Sekretaris YARA Abdya, Erisman SH. Erisman mengatakan, kliennya resmi melaporkan Vina ke SPKT Polres Abdya yang diterima oleh, Aipda Edi Saputra. "Kita melaporkan RS ini atas tindakan dugaan penipuan dan penggelapan uang," ujarnya yang didampingi Khairul Azmi.

RS alias Vina dikatakan Erisman, bisa dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Penyidik juga bisa mengembangkan kasus ini dengan Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Undang Undang Perbankan. Sebab, saat melakukan dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah, Vina masih aktif sebagai karyawan bank BUMN.

YARA juga siap menampung laporan dari nasabah lainnya yang ikut merasa ditipu oleh Vina yang selama ini memang dikenal hidup glamour. "Sejauh ini, kita juga masih menerima laporan, bagi siapa saja yang merasa ditipu oleh pelaku ini," demikian Erisman. Vina ditangkap di salah satu rumah kontrakan, daerah Gampong Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, pada Sabtu (4/7/2020), sekitar pukul 05.00 WIB.

Penangkapan itu dilakukan setelah pihak kepolisian berhasil melacak sinyal handphone perempuan tersebut. Polisi bergerak cepat ke lokasi dan langsung menangkap Vina yang sedang bersama sepupunya. Sekitar pukul 06.00 WIB di hari yang sama, Vina bersama sepupunya diboyong ke Abdya untuk dimintai keterangan.

Sebelum ke Aceh Tengah, Vina bersama keluarganya pergi ke Sumatera Barat untuk melihat mertuanya yang sakit. Sekembali dari Sumatera Barat, Vina memilih bersembunyi di Aceh Tengah. Sementara ibu kandungnya pulang ke Abdya.

Dari situlah sinyal handphone nya mulai terlacak pihak kepolisian. (*)

Baca Berita Lain

Tuliskan Pengalamanmu! Jawaban TVRI SD Kelas 1-3 Jumat 8 Mei 2020 Pernahkah Kamu Membantu Temanmu

Adinda Sherlina

KPK BIsa Terapkan ‘Obstruction of Justice’ Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Adinda Sherlina

Ada 450 Ribu Anggota Polri yang wajib Diurus Beratnya Tugas Kapolri Diungkap Tito Karnavian

Adinda Sherlina

Prabowo Tidak Diundang Fadli Zon Hadiri Undangan VIP Reuni 212

Adinda Sherlina

Direksi TVRI Bingung Pemberhentian Helmy Yahya karena Faktor Liga Inggris

Adinda Sherlina

Syafruddin Paparkan Tiga Syarat Agar Perguruan Tinggi Jadi Universitas Berkelas Dunia

Adinda Sherlina

Faisal Basri Sebut Korban PHK Saat Ini Butuh Bantuan buat Cicil Utang Bukan Kartu Prakerja

Adinda Sherlina

3 Juni 2020 Materi TVRI SD Kelas 4-6 Rabu Jawaban Soal Sejarah Berdirinya Museum Nasional

Adinda Sherlina

Saya Tidak Kaget yang Melakukan Ari Askhara Ari Askhara Terseret Kasus Penyelundupan Said Didu

Adinda Sherlina

Leave a Comment