Nasional

Jalani Pemeriksaan KPK 7 Jam, Mantan Dirut Garuda Indonesia Belum Juga Ditahan

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, tak kunjung ditahan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK selama 7 jam. Emirsyah merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls Royce di PTGaruda Indonesia(Persero) periode2004 2015. Setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka dua tahun silam, hingga pemeriksaan Rabu (17/7/2019) ini, Emirsyah belum juga ditahan komisi antirasuah.

Keluar dari gedung KPK pukul 17.19 WIB, Emirsyah tak banyak bicara. Ia hanya menyangkal atas dugaan rekeningnya di luar negeri yang lebih dari satu. KPK tengah menelusuri puluhan rekening bank di luar negeri yang diduga terkait dengan kasus yang menjerat Emirsyah beserta pendiri PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo. "Enggak, rekening saya cuma satu (jumlah rekening di luar negeri). Itu bukan rekening saya. Rekening saya cuma satu," ucap Emirsyah singkat di lobi Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Juru BicaraKPK, Febri Diansyah, pernah mengatakan, puluhan rekening itu diduga menjadi sarana terjadinya transaksi atau aliran dana lintas negara. "Ada puluhan rekening yang berada di luar negeri dan kami harus melakukan tracing satu persatu untuk melihat mana saja aliran dana yang ada di rekening tersebut yang terkait dengan tersangka dan terkait dengan perkara ini," ujar Febri kepada pewarta, Kamis (11/7/2019). Menurutnya, aliran dana lintas negara menggunakan puluhan rekening ini ditemukan penyidik dalam proses penyidikan kasus suap Garuda. Sayangnya, Febri masih enggan mengungkap negara mana saja yang menjadi asal bank dari puluhan rekening tersebut.

"Karena proses ini masih penyidikan tentu kami tidak bisa secara detail menyebutkan negara mana saja dan teknisnya transfernya antara rekening siapa saja, itu tidak bisa disampaikan tapi memang ini temuan baru ya yang kemudian perlu kami gali lebih dalam," kata Febri. Kata Febri,KPKbelum dapat merinci sejumlah rekening tersebut karena terkait dengan otoritas negara lain. Untuk itu, penyidikKPKbelum merinci langkah langkah yang dilakukan tim penyidik menyikapi puluhan rekening tersebut, termasuk adanya koordinasi dengan otoritas setempat. "Ada otoritas otoritas yang berbeda jadi tidak hanyaKPKyang berwenang untuk menangani hal tersebut tapi ada kewenangan instansi yang lain di negara yang lain sehingga beberapa informasi yang lebih detail belum bisa kami sampaikan saat ini," katanya.

Yang pasti, kata Febri tim penyidik bakal terus mendalami puluhan rekening dan aliran dana lintas negara terkait kasus suap Garuda. Sebagaimanadiketahui,KPKmenetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno sebagai tersangka pada 16 Januari 2017. Namun hingga saat ini,KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda yang menjerat keduanya. Bahkan, Emirsyah dan Soetikno hingga kini belum ditahanKPK. Emirsyah Satar dalam kasus ini diduga menerima suap EUR1,2 juta dan USD180 ribu atau senilai total Rp20 miliar. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai direktur utama PTGaruda Indonesiapada 2005 hingga 2014.

Ia juga diduga menerima barang senilai USD2 juta yang tersebar di Singapura, Australia, dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005 2014 di PT Garuda Indonesia. KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Baca Berita Lain

Investigasi Kerusuhan di Distrik Fayet, TNI temukan Anak Panah dan Selongsong Peluru

Adinda Sherlina

Panglima Hadi Tjahjanto Apresiasi Prajurit TNI Polri Bantu Korban Banjir Bandang Sentani

Adinda Sherlina

Terkait TPPU Soetikno Soedarjo, KPK Panggil Dua Karyawan Anak Perusahaan MRA Grup

Adinda Sherlina

Saor Siagian Ungkap 3 Kriteria yang Perlu Dimiliki Dewan Pengawas KPK

Adinda Sherlina

Senior PPP Yakin Hakim Berikan Putusan Bebas buat Rommy

Adinda Sherlina

Denny JA Singgung Dukungan UAS ke Prabowo: Too Little and Too Late

Adinda Sherlina

Fokus Amankan Pemilu, Besok TNI Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Pemilu

Adinda Sherlina

Lowongan Kerja Biro Logistik KPU, Pendaftaran Hingga 22 Maret 2019

Adinda Sherlina

IKB UI: TPGF Petugas KPPS Harus Segera Dibentuk Untuk Hindari Spekulasi Masyarakat

Adinda Sherlina

Leave a Comment