Nasional

Ini Kronologinya Sebut Ingin Selamatkan Indonesia dari Hoaks Roy Suryo Laporkan Sunda Empire

Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo melaporkan petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana. Kerajaan Sunda Empire belakangan ini memang ramai menjadi perbincangan publik. Rangga Sasana dilaporkan Roy Suryo atas dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong.

Langkah Roy Suryo sudah bulat untuk melaporkan petinggi Sunda Empire. Keduanya sebelumnya sempat bersitegang saat menjadi narasumber dalam acara talkshow di salah satu TV swasta tanah air. Dalam acara tersebut, Roy Suryo dan Rangga Sasana sempat berdebat.

Perdebatan mereka yakni soal sejarah PBB dan NATO. Rangga saat itu mengklaim bahwa PBB dan NATO didirikan di Bandung. Roy Suryo pun membantah dan menganggap halu perkataan Rangga Sasana.

Bahkan Roy Suryo sampai tertawa terbahak bahak. Kini,RoySuryopun blak blakan soalkronologinya sampai melaporkan petinggiSundaEmpire. Hal ini disampaikan pada tayangan iNews Sore pada 24 Januari 2020. Roy Suryo mengaku, sehari setelah acara TV yang dihadiri dirinya dengan Rangga Sasana, banyak yang mengakses Wikipedia dan ketahuan bahwa ada yang mengubah data di Wikipedia menggunakan akun anonim.

"Selepas salah satu TV swasta pada Selasa lalu, pada hari saat itu disebut sebut bahwaPBBlahir di Bandung, NATO lahir di Bandung. Itu ternyata hari berikutnya, salah satu referensi yang banyak diakses masyarakat yaitu Wikipedia, ini ternyata secara tidak ilmiah, secara tidak sopan saya katakan itu telah diubah dengan akun anonim," katanya. Menurutnya, akun anonim tersebut memasukkan data yang salah. Setelah ditelusuri, akun anonim itu disebut mengarah keSundaEmpire.

"Ini menurut saya bahaya, saya tidak hanya malaporkan saya sendiri melaporkan nama baik, tetapi saya ingin menyelamatkan Indonesia dari kabar bohong yang ditulis diWikipedia, ada data yang salah oleh orang anonim dan orang anonim itu adalahSundaEmpire, yang ini yang saya laporkan," katanya. Roy Suryo juga menceritakan bagaimana cara sampai menemukan akun anonim itu mengarah keSundaEmpire. Ia menyebut, perubahan data diWikipediadilakukan pada 22 Januari 2020. Kemudian, ditelusuri alamat IP nya.

"Terbukti pengubahannya baru tanggal 22 Januari kemarin dan IP nya sudah kita lidik sudah kita catat dan munculah namaSundaEmpire, sebelumnya tidak dibuat atau disamarkan dalam anonim," kataRoySuryo. KemudianRoySuryomenjelaskan, hal itu disebut bisa melanggar hukum karena melakukan perubahan dan data diWikipediatidak sesuai dengan data aslinya. "Ada fakta hukum mengatakan bahwa ada kebohongan yang dilakukan pada saat perubahanWikipediadan itu melanggar UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, clear sekali di situ ada pasal yang dilanggar karena pengubahan itu tidak sama dengan aslinya ," ujarnya.

Tak hanya sekali, ia juga kembali menjelaskan mengubah data diWikipediayang tak sesuai dengan sumber aslinya termasuk perbuatan yang melanggar hukum. "Fakta hukumnya mengatakan pengubahan di Wikipedia itu sudah melanggar hukum dan apa yang ditulis itu adalah bohong karena tidak sesuai dengan referensi aslinya yang ada di Wikipedia," kata Roy Suryo. Sementara itu, Rangga Sasana yang juga tersambung pada tayangan tersebut mengaku, silakan saja dilaporkan karena itu hak bagiRoySuryo.

"Silakan hak hak saudara ya," kata petinggiSundaEmpireitu. Seperti yang dimuat Kompas.com,RoySuryomelaporkan petinggiSundaEmpireke Polda Metro Jaya. Disebutkan pasal yang sisangkakan pada laporan itu adalah Pasal 27 Ayat 3 Juncto Pasal 45 Ayat 3 dan atau Pasal 31 Juncto Pasal 48 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Tindak Pidana dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Seorang petinggiSundaEmpire, Rangga Sasana kini muncul di program acara televisi, Indonesia Lawyers Club atau ILC yang tayang di TV One pada Selasa (21/1/2020) malam. Penampilannya tampak rapi dan perlente mengenakan seragam khas militer. Ia diberikan kesempatan bicara untuk memaparkan tentangSundaEmpireyang sedang menjadi perbincangan hangat.

Diketahui,SundaEmpireini mencuat ketika pria yang mengklaim sebagai raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso alias Totok Santoso Hadiningrat ditangkap polisi. Totok Santoso harus berurusan dengan hukum terkait pendirian kerajaan di Purworejo yang diketahui memungut uang pengikutnya. Hebohnya keberadaan Keraton Agung Sejagat ini membuat keberadaanSundaEmpirepun terendus pula.

Berbagai postingan pihakSundaEmpireini tersebar, bahkan viral di media sosial dan menjadi pemberitaan media massa. Diketahui, kegiatan dariSundaEmpireini berpusat di Kota Bandung. Di program acara ILC, Rangga Sasana juga menjelaskan panjang lebar kaitannyaSundaEmpiredengan Kota Bandung.

Kehadirannya sebagai narasumber pun menjadi sorotan narasumber lainnya. Tak jarang, narasumber lain turut tertawa, bahkan berkomentar mendengar penjelasan petinggiSundaEmpire. Ia tampak cakap memberikan penjelasan panjang lebar. Namun, di antara semua pemaparan Rangga Sasana, ada satu hal yang mencuri perhatian.

Ia tampak ngegas tak rela atau tak sudi jikaSundaEmpiredisamakan dengan kerajaan yang dibangun Totok Santoso yaitu Keraton Agung Sejagat. "Jadi perlu diketahui,SundaEmpirejangan disamakan apa yang dilakukan Toto Santoso," katanya bernada tegas dan terdengar ngegas. Namun, perkataan Rangga ini langsung ditimpali host ILC, Karni Ilyas. Ia berkomentar bahwa Totok Santoso juga penganutSundaEmpire.

"Tapi Toto pun penganutSundaEmpire," kata Karni Ilyas. Kemudian, Rangga Sasana pun langsung memberikan tanggapan. "Siapapun boleh diSundaEmpiretapi karena posisi gini,SundaEmpiretidak merekrut manusia, tapi adalah anggotanya seluruh negara dan pemerintahan seluruh dunia, bukan manusia. Adapun ada pejabatnya yang bekerja di sana, mereka baru persiapan kita ini," ujarnya.

Seperti yang dimuat Kompas.com, Ragga Sasana mengakui Toto Santoso pernah bergabung dengan Sunga Empire. Namun, ia mengaku Toto sudah dikeluarkan sejak lama. "Sudah keluar, (Toto Santoso) sudah dikeluarkan lama," ujar dia," katanya.

Ia menyebut, Toto sudah lebih dulu bergabung daripada dirinya. Oleh karena itu, ia tak tahu seperti apa sosok Toto. Kemudian, ia juga menegaskan bahwa raja Keraton Agung Sejagat itu tak ada kaitannya denganSundaEmpire. "Tidak ada hubunganya saudara Toto denganSundaEmpire. Mungkin setelah dipecat, Toto membangun seperti itu (keraton)," ujarnya.

Baca Berita Lain

Menteri dari Profesional Lebih Banyak, Yenny Wahid: Jokowi Dengar Suara Rakyat

Adinda Sherlina

Pemilu Serentak 2019 Telan Banyak Korban Jiwa, KPU Usul 3 Opsi Ini pada Pemilu Berikutnya

Adinda Sherlina

Smart SIM Diluncurkan Hari Ini, Simak 5 Hal Penting tentang SIM Pintar yang Wajib Diketahui

Adinda Sherlina

Peringatan Dini Gelombang Tinggi Perairan Indonesia hingga Akhir Maret 2019 Akibat Pola Sirkulasi

Adinda Sherlina

Sebelum Meninggal Aurel Sempat Cerita pada Sang Adik: Dipukuli Senior di Paskibra, Tubuhnya Lebam

Adinda Sherlina

Novel Baswedan Dikonfirmasi Soal Keterlibatan Anggota Polri dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Adinda Sherlina

Prabowo Tidak Diundang Fadli Zon Hadiri Undangan VIP Reuni 212

Adinda Sherlina

Komnas Perempuan Yakin Komisi III DPR Akan Mendukung Jika Jokowi Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Adinda Sherlina

PAN Minta Gerindra Buka Data ”Penumpang Gelap” Prabowo

Adinda Sherlina

Leave a Comment