Travel

hingga wajib Rahasiakan Pernikahan Mantan Pramugari Ungkap Sulitnya jadi Awak Kabin Zaman Dulu

Pekerjaan menjadi awak kabin pesawat dipandang sebagai profesi menyenangkan, penuh kemewahan dan keanggunan. Pramugari bekerja memakai seragam yang stylish, memakai riasan dan tatanan rambut yang indah. Tak heran jika banyak orang mengidamkan pekerjaan sebagai seorang pramugari.

Namun, di masa lalu, peraturan menjadi seorang pramugari lebih ketat. Selain stylish dan tampil cantik, pramugari juga dituntut punya kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan bahasa asing yang fasih, ramah dan ceria. Peraturan menjadi pramugari di zaman sekarang rupanya jauh lebih santai daripada sebelumnya.

Sekitar tahun enam puluh hingga tujuh puluhan, ada aturan ketat yang sangat kaku tentang penampilan pramugari. Melihat peran mereka sebagai awak kabin, daya tarik menjadi prioritas utama bagi seorang pramugari. Berat badan sangat diperhatikan.

Kelebihan berat badan bisa menjadi masalah besar bagi seorang pramugari. Selama menjalani akademi, mereka harus menjaga berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan. Lowongan pramugari Eastern Airlines dalam sebuah iklan baris New York Times tahun 1966 mencantumkan persyaratan ini.

Dalam iklan itu disebutkan, "lulusan sekolah menengah, lajang (janda dan cerai tanpa anak), usia 20 tahun (usia 19 tahun bisa dipertimbangkan). Tinggi badan 170 cm dengan berat tidak lebih dari 62 kilogram atau ideal dengan tinggi. Berat badan mereka dipantau dengan ketat dengan alat penimbang khusus.

Mantan pramugari Patricia Ireland yang pernah jadi pramugari maskapai Pan Am mengungkap tentang pengalamannya di industri penerbangan. Ia mengaku, pada saat menjadi awak kabin ia dipaksa memakai girdle atau pakaian dalam yang menyamarkan lekuk tubuh, semacam korset, supaya badan mereka pas dengan seragam. Bukan hanya pramugari yang kelebihan berat badan.

Bahkan awak kabin yang tubuhnya lebih ramping diminta melakukan aturan ini. Kepada Vanity Fair, Patricia mengungkapkan jika ada pengecekan oleh supervisor kepada pramugari untuk mengetahui apakah mereka memakai korset atau tidak. "Mereka biasanya menjetikkan jari telunjuknya ke pinggul," kata Patricia.

Kehidupan pribadi pramugari juga diawasi dengan ketat. Pramugari diharapkan tetap melajang, namun janda atau bercerai masih diperbolehkan. Mereka tidak diizinkan memiliki anak dan hamil.

Namun, ada beberapa pramugari yang berani merahasiakan pernikahan mereka untuk mempertahankan pekerjaan. Seorang pramugari maskapai Amerika Serikat, United Airlines tahun 1950 an mengungkapkan kepada Express.co.uk pernah melakukan hal ini. Trik yang digunakan pramugari jika ingin menikah tanpa harus kehilangan pekerjaan adalah memiliki dua telepon.

"Kadang ada yang berani melanggar aturan tentang pramugari tidak boleh menikah. Biasanya mereka punya dua telepon (belum ada ponsel pada waktu itu)," kata Ethel Pattinson, wanita berusia 93 tahun mantan pramugari United Airlines kepada Express.co.uk.

Baca Berita Lain

Jangan Sentuh Benda Ini di Kapal Pesiar Jika Tak Ingin Kena Masalah

Adinda Sherlina

Termasuk Jangan Minta Angkatkan Koper 10 Pertanyaan Ini Sebaiknya Tak Dikatakan Pada Pramugari

Adinda Sherlina

6 Tempat Ngopi Terbaik di Kuta Bali untuk Nongkrong saat Liburan Akhir Pekan

Adinda Sherlina

Serasa Lagi Jepang Potret Traveler Berlatar Bunga Tabebuya di Surabaya

Adinda Sherlina

Gubernur Jakarta Resmikan Wahana Baru Ancol Taman Impian

Adinda Sherlina

Jangan Pernah Mengeluh 15 Tips Naik Gunung buat Pendaki Pemula

Adinda Sherlina

Koper Penumpang Satu Pesawat Malah Sampai di Bandara yang Salah Tertukar

Adinda Sherlina

8 Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta Samarinda, Kalimantan Timur

Adinda Sherlina

7 Kuliner Enak yang Cocok Jadi Menu Sarapan di Papua, Cobain Gurihnya Papeda Kuah Soru

Adinda Sherlina

Leave a Comment