Metropolitan

Cicilan Utang Rp200 Juta Per Bulan Aulia Kesuma Sempat Diminta Cerai Dan Ingin Bunuh Diri

Sosok Aulia Kesuma (45), dalang pembunuhan suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23) menuturkan sempat diminta bercerai oleh orang tuanya. Selain itu, Aulia Kesuma juga mengaku menyesal telah membunuh Pupung Sadili dan M Adi Pradana. Hal tersebut diungkapkan Aulia Kesuma ketika ditanya mengenai motif pembunuhan.

"Saya menyesal," ucap Aulia Kesuma. Aulia Kesuma menuturkan, motif pembunuhan terjadi karena merasa kesal terhadap Pupung Sadili yang tak mengizinkan untuk menjual rumah di kawasan Lebak Bulus. Padahal, Aulia Kesuma saat itu terlilit utang mencapai Rp10 Miliar.

Bahkan, gara gara utang tersebut Aulia Kesuma sempat ingin bunuh diri. "Saya ingin bunuh diri saja, pak," imbuh Aulia Kesuma. Tak hanya itu, Orang tua Aulia Kesuma menyarankan agar sang anak bercerai karena Pupung Sadili tak bisa membantu melunasi utang yang mencapai Rp10 Miliar.

Aulia Kesuma sempat meminta izin kepada Pupung Sadili untuk menjual rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk melunasi utang tersebut. Kendati demikian, Pupung Sadili tak mengizinkannya. "Kemarin orangtua saya ngomong, harusnya kalau tidak kuat tinggalin aja.

Harusnya kalau enggak dilunasin, cerai aja dah," ungkap Aulia Kesuma dilansir dari Kompas.com. Gara gara kesal tak diberi izin menjual rumah, Aulia Kesuma lantas merencanakan pembunuhan suami dan anak tirinya. Aulia Kesuma menyewa dua pembunuh bayaran berinisal S dan A.

Pupung Sadili dibunuh dengan cara diracun, sementara M Adi Pradana dibunuh dengan diberi minuman keras lalu dibekap. Ayah dan anak itu dibunuh dirumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, kedua korban dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat oleh Aulia dan KV untuk dibakar di dalam mobil.

Setiap bulan, Aulia Kesuma harus membayar cicilan Rp 200 juta. Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, nilai utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar. "Utangnya di 2 bank. Yang pertama, sebesar Rp 7 miliar ( di Bank Danamon ). Kemudian yang kedua Rp 2,5 miliar ( di BRI ) atas nama dia dan suaminya. Terakhir utang kredit mencapai Rp 500 juta, sehingga total utangnya Rp 10 miliar," kata AKBP Nasriadi, Rabu (28/8/2019).

Uang senilai Rp 10 miliar, lanjut AKBP Nasriadi mengatakan, digunakan Aulia Kesuma untuk membuka usaha. Namun, usaha tersebut gagal berjalan, sementara utang harus dibayar lunas. Utang tersebut rupanya adalah pinjaman yang Aulia Kesuma ambil untuk membangun bisnis.

Aulia Kesuma yang memiliki nama asli Emilia itu sempat berencana ingin membuat restoran alias rumah makan. Namun nahas, pinjaman uang yang telah diambil itu tak membuat rencananya berjalan mulus. Hingga akhirnya, Aulia Kesuma pun terjebak pada utang berjumlah besar.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan tubuh kedua korban nyaris jadi arang. "Jarinya hilang, hangus semua. Hangus sama tulang tulangnya. Jadi bagian tulang jari kedua tangan dan kakinya hilang, hangus," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (26/8/2019). Ketiadaan tulang jari tangan itu membuat tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati tak bisa mengidentifikasi korban berdasarkan sidik jari.

Pun dengan ketiadaan tulang jari kaki kedua korban yang disebut Edy membuat tinggi badan korban sulit diperkirakan. "Kepalanya saja ada yang sampai pecah. Hilangnya tulang jari dan kaki itu karena hangus terbakar, bukan karena dipotong. Karena kelihatan dari tulangnya," ujarnya. Dia menyerahkan seluruh hasil penyelidikan kepada Satreskrim Polres Kabupaten Sukabumi.

"Semua badan hangus, kulitnya habis. Makannya kalau ditanya kedua korban dibunuh atau tidak ini susah," tuturnya. Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus menjelaskan secara singkat kronologi penangkapan dua pelaku pembakaran mobil yang di dalamnya terdapat dua jenazah. Polisi lalu bergegas menuju Lebak Bulus, Jakarta.

"Setelah itu, kami ke lokasi dan menemui pihak RT dan RW, diperoleh lah informasi bahwa pemilik mobil tersebut sudah bercerai," ujarnya. Setelah diperoleh informasi, maka polisi menemui istri tua korban. Polisi memperoleh informasi korban sudah mempunyai istri muda di wilayah Lebak Bulus.

Pihak Kepolisian kemudian mendatangi rumah AK (35) yang berstatus istri muda korban Edi Chandra Purnama (54) dan ibu tiri dari M Adi Pradana (23). "Setelah dilakukan penyidikan terhadap pelaku, maka pelaku mengakui beberapa terkait peristiwa. Jenazah dibawa dari Jakarta menuju Sukabumi. Ada dua mobil, satu mobil korban, dan satu mobil pelaku yang dikemudikan oleh kedua pelaku, jenisnya mobil Ayla," katanya. Saat ini, jajaran Polda Jabar masih melakukan pendalaman terhadap kasus pembakaran mobil yang di dalamnya ada jenazah.

Pelakunya ialah seorang ibu berinisial AK (35) dan anaknya KV (18).

Baca Berita Lain

Ketika Anies Baswedan dan Susi Pudjiastuti Hadiri Acara Konser Akbar Musik Orkestra di Monas

Adinda Sherlina

Jaksa Dakwa Lutfi Alfiandi Melawan Polisi

Adinda Sherlina

Ini Pesannya Potret Franka Franklin Bacakan Dongeng menuju Anak-anak Saat Dampingi Nadiem Makarim

Adinda Sherlina

Ketua TGUPP Anies Baswedan Mengundurkan Diri Diduga Ini Penyebab Marco Kusumawijaya

Adinda Sherlina

Kridha Dhari Gaet Sponsor Beri Donasi buat Giat Kamis Nusantara

Adinda Sherlina

Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur dari Rumah Setelah Videonya Viral

Adinda Sherlina

4 Orang di Pesta Dansa yang Kontak dengan Warga Terjangkit Virus Corona Diisolasi di RSPI

Adinda Sherlina

Warga Digegerkan Penemuan Liontin Kuno di Bekasi Niat Gali Embung

Adinda Sherlina

MRT Jakarta Targetkan 130.000 Penumpang Per Hari

Adinda Sherlina

Leave a Comment