Bisnis

Bukan Ulah Mafia Migas Pembangunan Kilang Pertamina Terhambat DPR

Pembangunan kilang PT Pertamina (Persero) yang terhambat dinilai bukan karena ulah dari mafia di industri minyak dan gas (migas). Ketua DPP Partai Hanura Inas N Zubir mengatakan, tersendatnya revitalisasi kilang karena valuasinya tidak cocok dengan investor. Selain itu, persoalan terhambatnya pembangunan kilang dinilainya bukan karena mafia migas, tapi karena pembebasan lahan tidak kunjung rampung dan Pertamina tidak punya uang.

"Banyak yang belum bayar utang kepada Pertamina. Bahkan Pemerintah sendiri berutang lebih dari Rp 70 triliun kepada Pertamina," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (20/1/2020). Inas menjelaskan, sebelumnya mafia migas diduga melakukan mark up harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON88 atau premium sebesar 2,5 dolar AS per barel. Karena itu, lanjutnya, formula harga dari BBM RON88 tersebut dibuat menguntungkan peserta tender bensin premium.

"Bensin premium yang harganya adalah RON92 senilai 0,50 dolar AS, sedangkan sekarang RON92 sebesar 2,5 dolar AS. Dari formula tersebut cukup jelas bahwa ternyata dulu formula harga bensin premiun di mark up 2 dolar AS per barel," katanya. Menurut Inas, keberadaan mafia migas itu disebabkan adanya dukungan peraturan dan dukungan birokrasi dari pejabat yang berwenang. "Apakah sekarang ini masih ada peraturan dan dukungan tersebut? Kenapa tidak diberangus?" tutur dia.

Sementara, ia menambahkan, kalau mafia migas yang dulu memang sangat jelas dengan mencermati saja aturan dan formula harganya. "Dulu aturannya dibuat agar tender dilakukan di luar wilayah hukum Indonesia. Dilakukan oleh perusahaan asing, walaupun sahamnya milik Pertamina," pungkas Inas.

Baca Berita Lain

Pelni Sosialisasi Pencegahan Virus Corona menuju Nahkoda & ABK

Adinda Sherlina

Kemenperin Genjot Pertumbuhan Lima Sektor Manufaktur Indonesia

Adinda Sherlina

Perluas Konektivitas, Bandara Bukit Malintang Sumut Segera Dibangun

Adinda Sherlina

Mendag Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Impor Pacul Bikin Jokowi Jengkel

Adinda Sherlina

Di Akhir Pekan, Harga Emas Antam Melambung Rp 671.000 per Gram

Adinda Sherlina

Bank Dunia Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mentok 5 Persen Akhir 2019

Adinda Sherlina

PT Garam Fokus Kegiatan Produksi Penuhi Permintaan Pasar yang Memiliki Potensi Besar

Adinda Sherlina

Chinese Money Trap, Waspadai Jebakan Utang dari China untuk Pembangunan Infrastruktur

Adinda Sherlina

Leave a Comment