Internasional

Badan Jasa Keuangan Jepang Melarang Asuransi Pos Berjualan Selama 3 Bulan

Badan Jasa Keuangan Jepang (FSA) melarang Asuransi Pos Jepang khususnya Kampo berjualan atau menawarkan produknya kepada masyarakat selama 3 bulan ke depan. Financial Services Agency (FSA) telah mengeluarkan laporan baru kepada Japan Post, yang bertanggung jawab atas penjualan Japan Post Insurance sebagai bermasalah serius dengan sistem manajemen internalnya yang tidak mencegah penjualan yang tidak patut yang akan merugikan pelanggan. Penjualan asuransi Japan Post Insurance yang tidak tepat dihasilkan dari penekanan berlebihan pada pencapaian kuota di bagian penjualan, dan tim manajemen tidak sepenuhnya memahami situasi aktual di lapangan.

"Karena alasan itulah kami mengeluarkan penalti administrasi yang memerintahkan Japan Post dan Japan Post untuk menangguhkan bisnis penjualan asuransi barunya selama tiga bulan sejak Jumat (27/12/2019)," jelasnya. Japan Post Insurance telah menahan diri dari kegiatan bisnis asuransi sejak Juli, tetapi akan sangat berat untuk menunda penjualan asuransi selama tiga bulan lagi. Pesanan yang datang apabila ada, akan mencegah perusahaan untuk melanjutkan kembali kegiatan penjualan bulan berikutnya karena adanya larangan tersebut.

Wakil Perdana Menteri Taro Aso, yang juga sebagai Menteri Keuangan mengatakan, "Berbagi informasi lakukanlah dengan benar." Mengenai masalah penjualan yang tidak semestinya dari Japan Post Insurance, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan Kabinet. "Dalam masalah kelompok pos, informasi yang akan dibagikan kepada perusahaan grup tidak sepenuhnya terkoordinasi. Jika Anda tidak memperbaiki komunikasi dengan benar, akan menjadi seperti ini. Saya pikir itu tidak cukup untuk memahami situasi aktual di lantai penjualan," ujarnya.

Selain itu, mengenai fakta bahwa presiden dari tiga perusahaan grup mengambil tanggung jawab dan mengundurkan diri, Wakil Perdana Menteri Aso mengatakan, "Saya tidak dapat berkomentar tentang masing masing perusahaan, tetapi saya berpikir bahwa orang berikutnya harus bekerja keras setelah mengenali masalahnya lebih lanjut," kata Aso.

Baca Berita Lain

Pertandingan Sepakbola Tiba Tiba Diterjang Banjir Bandang, 7 Orang Tewas

Adinda Sherlina

Pemilik Rumah Ini Kaget Berat Lihat Kondisi Huniannya setelah Ditinggal Kabur Penyewa

Adinda Sherlina

Pangeran Abdul Mateen Bikin Salfok Pesona Anak Sultan Brunei Darussalam Hadiri Pelantikan Jokowi

Adinda Sherlina

Ternyata Penyanyi Jepang Ninomiya Sudah Lima Tahun Pacaran Dengan Penyiar TV Ini

Adinda Sherlina

Tayang di Bioskop TransTV Pukul 21.00 WIB Aksi Pengeboman Gedung Putih Sinopsis Olympus Has Fallen

Adinda Sherlina

Wanita 73 Tahun di India Lahirkan Bayi Kembar, Kondisinya Sehat, Suaminya Sudah 82 Tahun

Adinda Sherlina

Guyonan PM Abe Saat Makan Malam G20 Dikritik Keras Banyak Anggota Masyarakat Jepang

Adinda Sherlina

Kini wajib Diet Karena Tak Bisa Jilati Tubuh Sendiri 5 Kg Viral Kucing Tergemuk Berbobot 9

Adinda Sherlina

Partisipasi WNI Hanoi Pada Pesta Demokrasi 2019 Capai 76 Persen

Adinda Sherlina

Leave a Comment