Metropolitan

Ahli Waris & Petugas Satpol PP Sempat Bersitegang saat Proses Eksekusi Lahan di Pos Pengumben

Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan petugas saat pelaksanaan eksekusi lahan sekitar 7 hektar di Jalan Pos Pengumben Lama, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (4/12/2019). Keluarga beserta kuasa hukumnya dan juru sita Pengadilan Negeri yang datang untuk lakukan dihadang oleh petugas dan Pamdal Dinas Kehutanan DKI Jakarta yang menduduki di tersebut. Padahal, kuasa hukum selaku pihak penggugat turut membawa surat perintah usai memenangkan gugatan atas sengketa tersebut melawan Pemprov DKI Jakarta.

"Warga negara yang baik itu yang patuh pada hukum,"ujar seorang kuasa hukum , Fredi Simanungkalit kepada petugas yang berjaga di lokasi, Rabu (4/12/2019). Menurutnya, apa yang dilakukan Pemprov DKI yang mengerahkan untuk menghalangi merupakan contoh buruk bagi penegakan hukum. "Sampaikan pada gubernur kalian, ini contoh yang sangat buruk karena tidak patuh pada hukum. Pepesan kosong semua omongan kalian itu," kata Fredi.

"Diluar sana pedagang kalian hukum, disini apa kalian bicara hukum ini sudah inkrah," tambahnya dengan nada kesal. Mendapat protes itu, Kasatpol PP , Tamo Sijabat selaku penanggungjawab lapangan menegaskan pihaknya hanya menjalankan tugas. "Kami hanya jalankan tugas," kata Tamo.

Sementara itu, Ketua kuasa Hukum Rizal Patuan Lubis menegaskan pihaknya memenangkan sengketa ini mulai dari tingkat pengadilan hingga kasasi di Mahkamah Agung (MA). "Kami mengajukan gugatan ke PN , kami dimenangkan, Pemda dianggap tidak sah. Kemudian dia (Pemprov) banding, sudah diputus di pengadilan tingkat banding pemohonannya ditolak. Kemudian kasasi, ditolak juga kasasinya oleh MA, berarti kan kami sudah berkekuatan hukum tetap," kata Rizal di lokasi, Rabu (4/12/2019) Rizal menegaskan, pihaknya sudah cukup bersabar dengan tindakan Pemprov DKI Jakarta yang dianggapnya tak menghormati putusan hukum yang sudah inkrah.

Pasalnya, kata dia, peringatan yang dilayangkan PN Jakarta Barat agar mereka mengosongkan lahan tersebut tak juga digubris. "Sesuai aturan hukum yang berlaku, PN Jakbar sudah memberikan peringatan kepada Pemda untuk melaksanakan isi putusan secara sukarela, tapi tidak hadir dr pihak Pemda ini. Kasih lagi peringatan kedua, tidak hadir juga. Maka dianggap mereka tidak mau melaksanakan isi putusan secara sukarela," kata Rizal. Setelah gagal menemui titik temu, dengan mempertimbangkan alasan keamanan, proses evakuasi pun batal dilakukan hari ini.

Namun, Rizal menegaskan, pihaknya akan kembali lagi dalam waktu dekat lantaran menganggap putusan sudah berkekuatan hukum tetap. "Polisi ada pertimbangan lain, pertimbangkan situasi tak kondusif, padahal situasi enggak kondusif ini karena mereka buat buat, ini menghalangi untuk mendapatkan haknya," kata Rizal. Sedangkan ratusan petugas masih berjaga di tersebut.

Baca Berita Lain

Warga Binaan Lapas Perempuan Tangerang Ciptakan Produk Kelas Internasional

Adinda Sherlina

Penyebabnya Diduga Karena Video di Ponsel Seorang Wanita di Tangerang Dipukuli Pria Hingga Lemas

Adinda Sherlina

Kini hanya Rp 50 Ribu Sehari Biasanya Rp 200 Ribu Pendapatan Pengemudi Ojol Turun Gara-gara Corona

Adinda Sherlina

Nenek Ini Menangis Haru Saat Terima Pembagian Sembako dari Al Azhar Memorial Garden

Adinda Sherlina

Anggota DPRD DKI Kenneth Sebut Dugaan Manipulasi Surat Rekomendasi Formula E Bisa Dipidana

Adinda Sherlina

Mari Berdebat saat Warga Sudah Tenang Dirumahnya Disalahkan Soal Banjir di Jakarta Anies Baswedan

Adinda Sherlina

Gubernur Anies Pastikan Wilayah Terdampak Banjir Tinggal 3 Persen

Adinda Sherlina

Tersangka yang Menabrak & Tewaskan 2 Orang Pengguna Skuter Elektrik Diduga Anak Orang Penting

Adinda Sherlina

Kita Buktikan Saja Sindir Tujuh Minggu Tujuh Kali Banjir di Jakarta Azas Tigor Tantang Pemprov DKI

Adinda Sherlina

Leave a Comment