Metropolitan

Ada yang Sudah Menetas Viral Video Penemuan Puluhan Telur Buaya di Penjaringan

Video yang menampilkan seorang petugas UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan yang menemukan puluhan telur buaya do pinggir kali sempat viral di media sosial Instagram. Niko, petugas , mengatakan penemuan telur itu terjadi pada Sabtu (5/10/2019). Kala itu, petugas tengah menggali tanah untuk menanam tumbuhan.

"Nah pas dipaculin itu kena telur ada yang kepacul mati itu dikorek eh isinya telur semua," Niko menambahkan. Setelah dihitung, ada 26 telur yang ada di lahan tersebut. Lokasi persisnya berada di Kali Cengkareng Drain, dekat ,Penjaringan, Jakarta Utara.

"Ada 26 biji. Ada yang rusak dan masih utuh, dan ada yang kepacul satu," kata Niko. Niko meyakini telur telur tersebut lantaran beberapa kali hewan predator itu berkeliaran dilokasi. "Memang di situ beberapa kali kita lihat (buaya) cuman kan kita nggak usik aja," ucap dia.

Video viral diunggah oleh akun [email protected] Sementara di postingan lain masih di akun Instagram yang sama, seorang petugas menunjukkan anakan buaya yang masih berlendir dan berwarna merah muda. Tampak anak buaya itusebesar tiga jari petugas.

Badan anak buaya masih berlendir, terlihat mata dan ekornya. Buaya menerkam warga Aceh Timur saat hendak ke kebun menggunakan rakit pada Rabu (31/7/2019). Buaya tiba tiba muncul dan menerkam, menyeretnya dengan cepat ke tengah sungai, lalu tenggelam dan hilang.

Peristiwa itu menimpa warga Dusun Ketibung, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. Sampai sore tadi, warga tersebut dilaporkan masih hilang. Warga yang hilang setelah diterkam dan diseret buaya bernama Merdu alias Aman Rukisah (55).

Sedangkan dua temannya, Karsani (19) dan Syehtawaruddin (25), selamat dari amukan buaya. Informasi yang diperoleh Serambinews.com, peristiwa itu bermula pada Rabu (31/7/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Ketiga warga tersebut pergi ke kebun di seberang sungai Jamur Batang.

Aman Rukisah, Karsani, dan Syehtawaruddin pergi menggunakan rakit kayu. Setelah mereka tiba di Dusun Lubuk Kedinah, Gampong Bunin, Aman Rukisah turun ke sungai karena rakit yang mereka tumpangi tersangkut. "Setelah turun ke sungai, korban langsung diterkam buaya," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Serbajadi AKP Ahmad Yani.

Sementara kedua temannya berusaha membantu. Usaha mereka gagal karena korban ditarik buaya ke tengah sungai lalu tenggelam dan hilang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengatakan tim gabungan dari BPBD, petugas SAR Aceh Timur, personel TNI/Polri, bersama masyarakat setempat masih mencari korban.

Kasus warga diterkam buaya di aliran Krueng Peureulak, Aceh Timur ini sudah berulang kali terjadi. Korban terakhir adalah Ismail Saleh (25), warga Dusun Bukit Maju Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. Ia diterkam diterkam buaya pada Minggu (9/6/2019).

Namun korban berhasil menyelamatkan diri, dan mengalami luka di kaki. Sedangkan kasus terbaru, adalah di Sungai Jamur Batang. Sungai Jamur Batang merupakan cabang dari sungai Krueng Peureulak yang melewati beberapa kecamatan seperti Kecamatan Peunaron, Ranto Peureulak.

Sungai ini bermuara ke Kuala Beukah yang diapit dua kecamatan yaitu Kecamatan Peuruelak Barat, dan Peureulak Kota. Sedangkan sungai Jamur Batang lokasi Merdu alias Aman Rukisah (55) diterkam buaya merupakan hulu sungai Krueng Peureulak yang terdapat di Kecamatan Serba Jadi. Kecamatan Serba Jadi, merupakan Kecamatan yang berbatasan dengan Kecamatan Pinding, Gayo Lues.

Sepanjang aliran sungai Krueng Peureulak setiap hari banyak aktivitas warga baik mencari rezeki dengan mencari kerang, maupun memancing. Selain itu, jalur transportasi warga pulang pergi ke kebun di seberang sungai menggunakan rakit. Di sepanjang sungai ini banyak terdapat buaya yang selama ini kerap memangsa warga.

Korbannya ada yang berhasil menyelamatkan diri juga ada yang ditemukan meninggal dunia. Seperti Agus (29), warga Dusun Simpang Api, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Ia ditemukan meninggal dunia setelah ia diterkam buaya saat memancing. Peristiwa itu terjadi 5 Desember 2014.

Baca Berita Lain

Ini yang Bisa Disaksikan di Monas pada Malam Tahun Baru 2020 Tak Ada Pesta Kembang Api

Adinda Sherlina

Mulai dari Evakuasi Kucing sampai Ambilan Bola Volly Tercerbur Sibuknya Petugas Damkar

Adinda Sherlina

Ini Bukti yang Dimiliki Para Korban Banjir Jakarta Berani Seret Anies Baswedan menuju Pengadilan

Adinda Sherlina

Nama Andre Rosiade di Kwitansi Pria Misterius di Kamar Fakta Baru Penggerebekan PSK di Padang

Adinda Sherlina

Konvoi Puluhan Anggota Geng Motor dari Bekasi ke Jakarta Berakhir di Kantor Polisi

Adinda Sherlina

Polisi Periksa Sekjen PA 212 soal Kasus Dugaan Penganiayaan Ninoy Karundeng

Adinda Sherlina

Bpbd Dki Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit Ispa Dan Bakar Sampah Cuaca Panas Dan Terik

Adinda Sherlina

Hujan Deras Disertai Petir Diprakirakan Landa Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Sore Ini

Adinda Sherlina

Seorang Transgender Tewas Dibakar Hidup-hidup oleh Sekelompok Orang di Jakarta Utara

Adinda Sherlina

Leave a Comment