Metropolitan

20 Hektare Sudah Jadi Daratan Anies Setujui Izin Reklamasi Ancol 155 Hektare di Atas Teluk Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin reklamasi perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol seluas total 155 hektare (ha). Izin ini tercantum dalam Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020. Pada lampiran yang jadi bagian tak terpisahkan dalam Kepgub ini, tampak denah lokasi kawasan Taman Impiah Jaya Ancol dengan skala 1:15.000, serta beberapa keterangan. Nampak di bagian utara Ancol terlihat garis putus putus cukup besar yang tergambar di atas Teluk Jakarta.

Gambar itu punya dua keterangan. Keterangan pertama dijelaskan area garis putus putus adalah area pelaksanaan perluasan daratan yang dimohon. Sedangkan garis terarsir adalah bidang tanah yang sudah menjadi daratan seluas kurang lebih 20 hektare. Kepgub ini juga berisi beberapa kelengkapan kajian teknis yang harus dilakukan. Antara lain penanggulangan banjir, dampak pemanasan global, perencanaan pengambilan material perluasan, perencanaan infrastruktur dasar, serta analisa dampak lingkungan. Diktum ketiga Kepgub ini menjelaskan bahwa 20 hektare tanah yang sudah terbentuk adalah bagian dari rencana perluasan kawasan Ancol Timur seluas 120 hektare.

Terhadap pemberian izin perluasan ini, PT Pembangunan Jaya Ancol wajib melakukan sejumlah kewajiban. Kewajiban tersebut antara lain menyediakan prasarana, sarana dan utilitas dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan rekreasi Dufan dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur antara lain jaringan jalan di dalam kawasan, angkutan umum massal. Juga wajib menyediakan jaringan utilitas, infrastruktur pengendali banjir, Ruang Terbuka Biru, Ruang Terbuka Hijau serta sarana pengelolaan limbah cair dan padat.

Kemudian diharuskan melakukan pengerukan sedimentasi sungai sekitar perluasan kawasan. Anies meminta pelaksanaan perluasan kawasan harus mengacu pada perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang undangan. Salah satunya mengacu pada Rencana Tata Ruang, Masterplan dan Panduan Rancang Kota atau Urban Design Guidelines (UDG). Izin pelaksanaan perluasan kawasan ini, berlaku untuk jangka waktu tiga tahun dan apabila sampai dengan jangka waktu tersebut pelaksanaan perluasan kawasan belum dapat diselesaikan, izin akan ditinjau kembali.

"PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk wajib melaporkan pelaksanaan perluasan kawasan secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali atau sewaktu waktu apabila dibutuhkan kepada Gubernur," pungkas Anies. Kepgub Nomor 237 ini diunggah dalam situs resmi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) DKI Jakarta per tanggal 10 Maret 2020.

Baca Berita Lain

Kini Penjual Sayur Disiram Air Keras Teror Cairan Kimia Kembali Terulang

Adinda Sherlina

Begini Kata Dinhut DKI 300 Pohon di Jakarta Ditebang buat Pembangunan 4 Mega Proyek Rp 736 Miliar

Adinda Sherlina

Anies Baswedan Pastikan Stok Pangan Jelang Natal & Tahun Baru Masih di Level Aman

Adinda Sherlina

Ganti Rugi Rp 42 33 Miliar Ada dalam Isi Gugatan Sidang Perdana Korban Banjir Gugat Gubernur Anies

Adinda Sherlina

Banjir di Jakarta Buat PLN Padamkan Listrik di 724 Titik Agar Warga Tidak Tersetrum

Adinda Sherlina

Dame Gembong Narkoba di Bekasi Tak Berkutik Dibekuk Polisi Jual Sabu di Pinggir Jalan

Adinda Sherlina

Sudah Rusak, Petugas Kesulitan Otopsi Jenazah Dalam Ember yang Kejutkan Warga Tangsel

Adinda Sherlina

Ini Komentar Camat & Saksi Viral Video Warga & Bu RT Cekcok Gegara Tanya Jatah Sembako di Koja

Adinda Sherlina

Kotak Berisi Uang Dibawa Kabur Ditukar dengan Kotak Kosong Modus Pencurian Kotak Amal di Serpong

Adinda Sherlina

Leave a Comment